Review Auto IG grampilot ; Paling bagus kalau mau main ‘cepet’

tadinya asli mau 100% bagus2in ini tool, tapi setelah membaca bagian ini (gambar) akhirnya saya yakin bahwa tool ini gak cuman bagus tapi buagusss (loh…)

maksud baguss disini adalah dia sadar saat ini main instagram mau make tool apapun sudah gak bagus lagi (lebih tepatnya gak worthed lagi dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli toolnya) 😀

Apa artinya? begini lebih ke analisa saya pengguna tool (analisa ala ngasaludin). jadi sekarang untuk masalah aturan di IG, bukan lagi terkait dengan menggunakan tool apa kamu make IG buat diautoin, atau dengan cara akses apa kamu pas login IG, memang itu juga tetap masih menjadi acuan untuk keamanan IG, tapi tambahan dari rulesnya (menurutku karena IG VS Facebook sama yang punya) jadi ada pendeteksian juga di bagian limitasi untuk aktifitas berapa banyak mereka melakukan tindakan A, B, dan C, dan berapa cepat/Acak. Ini kyk semacam bahkan klo sampe karena gak mampi beli tool tapi kita main ‘ngoyo’ di IG, sampe kita ngelike2, komen2, sampe follow2 manual pake jari jempol, ya sama aja bung ujung2nya block/error juga itu akun Ig (pengalaman pribadi).

Memang ini masih belum bisa dipasikan IG akan disable (kadang cuman temporary block) tapi gak memungkinkan juga bisa disable diantara yang block. Nah lho gimana klo kasusnya itu yang di disable ama akun yang dah build lama followers banyak? emang masih ada option ‘jika ada kesalahan silahkan hubungi kami’, tapi kan untuk mengajukan data kyk gitu biasanya kan yang dibutuhkan itu nama lengkap kita sama data2, sedang akun IG kita aja itu hanya pake nama fanbase (bukan nama asli) gak ada foto2 identitas kita juga, ya tambah susah.

Tapi bukan warga +62 namanya klo gak suka melanggar, katanya dah biasa makan nasi klo gak makan nasi berarti belum makan :3

Untuk panduan buat warga +62 versi saya, hal yang bisa dilakukan untuk menimimalisir rasa sedih di sambel akun GeGe kamu, untuk threathmen pengautoan, hanya diberlakukan untuk akun2 baru anda / fresh. baru buat. karena jika started dari awal, kadang klo naiknya itu akan susah, kecuali kmu punya akun 100 mau di monitor satu2, gitu ngelike2 komen2, klo emang punya 1 aja gak papa. Lantas ngapain orang punya 100 akun IG? biasanya dia aslinya juga mainya cuman beberapa / 1 aja, punya banyak akun itu adalah seleksi alam, karena kita tidak tau dari 100 akun itu mana yang jadi.

Hal yang memang agar memudahkan, jika mengelola akun gede, pastikan klo toh memang tetap menggunakan tool, yang penting bukan tool untuk automasisasi tindakan action di IG (auto like/komen.follow/follow,post) tapi lebih ke melihat insight, scrape,intip2, search analisa key/hastag) dan juga editing posting from repost. Karena klo memang kita benar2 manual 100% kita akan capek nulis hastag satu2, atau nulis di HP, karena di mode PC instagram tidak bisa upload video. Ya kmu bisa bilang bisa kok klo upload video IGTV, tapi pengalaman saya susah buat nemuin resolusi yang pas, enakan di HP biasanya otomatis di renderin.

kesimpulanya, auto IG bisa worthed klo kamu memang benar2 menemukan celahnya, kira2 pas mainya dimana, tapi itu juga hanya bisa diterapkan di akun IG baru, dan juga siap2 aja untuk kena disable di beberapa IG.

Tags: